Minggu, 07 Juli 2019

Pile File




Nama Mahasiswa      : Beatrice Angela Elfrida S
NIM                            : 201731168
Kode Mata Kuliah      : C31040204
Mata Kuliah                : Sistem Berkas
Kelas                           : F
Nama Dosen               : Dine Tiara Kusuma, S.T., M.Kom.



Pile File

Pengertian Pile File

Pile file merupakan organisasi file yang strukturnya sangat sederhana dan jarang sekali digunakan dalam pengolahan data elektronik. Pile fie digunakan sebagai pembanding dalam mengevaluasi organisasi file lainnya yang strukturnya lebih baik

Data - data disusun berdasarkan urutan datangnya / masuknya data ke dalam fileData - data yg masuk tidak dianalisa, dipilah-pilah atau dikategorikan mengikuti aturan panjang field.

Karakteristik Pile File

  1. Penyusunan urutan record-recordnya, dilakukan berdasarkan kronologis masuknya data
  2. Panjang setiap field & recordnya bervariasi
  3. Elemen data yg disimpan pd masing-masing record kemungkinan bervariasi
  4. Bentuk / struktur organisasinya sederhana
  5. Data / informasi yg masuk ke dlm file, disimpan tanpa diproses terlebih dulu
  6. Pembentukan Pile File dpt dilakukan dgn mudah & cepat
  7. Pencarian record data di dalam Pile File sangat sulit

Strukture dan Menipulasi

Struktur record pd pile file, harus terdiri dari elemen-elemen data yg saling berhub., dimana pd setiap elemen data diberikan Identitas, sehingga mempunyai Arti. Identitas dari elemen data tersebut, bisa berupa nama secara eksplisit, seperti : Umur, ataupun berupa kode , attribute.

Struktur di atas disebut : “ Self Describing Fields “Cth : Umur = 40  ( Attribute_name, Value)
Attribute_name pd pile file dpt menjadi Complex-attribute, bila attribute tsb terbagi-bagi lagi dlm sejumlah attribute_name,  Value pairs.

Pencarian record-record pada pile file dilakukan dengan cara menentukan beberapa attribute di dlm search-argumentnya. Attribute-attribute yg ditulis pada search argument disebut  Key Attribute“, sedangkan attribute-attribute lainnya disebut “Goal Data“. Key menentukan record-record yg akan dicari sedangkan Goal Data merupakan elemen-elemen data.

Pengunaan Pile File

Pile File merupakan struktur dasar dan tidak terstruktur.
Penggunaannya dapat digunakan pada:
  1. File-file system
  2. File Log (mencatat kegiatan)
  3. File-file Penelitian / medis
  4. File teks
  5.  config.sys
Performance Dari Pile File
      
      1. Record Size (R)
      File density dari pile file dipengaruhi oleh 2 faktor, yaitu :
  1. Kebutuhan utk menyimpan attribute_name bersama-sama dengan datanya.
  2. Data yang tidak dibutuhkan / data yangg tidak ada tidak perlu disiapkan (disediakan tempat / lokasinya)
                                                R= a’ (A+V+2)
                        dimana:
                        a’                  Rata2x jumlah field pada satu rekord
                        A         =          Panjang rata2x nama (deskripsi)atribut
                        V         =          Panjang rata2x nilai atributSeparator untuk pemisah antar field dan
                                                antar rekord
                   

Berdasarkan kedua faktor di atas, maka :
  1. Bila data yang disimpan heterogen maka pile file menjadi High Density
  2. Bila banyak terdapat kerangkapan / duplikasi : attribute_name; maka pile file menjadi “ Low Density “


         2. Fetch Record (TF)
     Waktu yg dibutuhkan utk menemukan lokasi sebuah record sangat lama. Hal ini disebabkan karena semua record harus ditelusuri utk mencari elemen yg menjadi Key-attribute.

         3. Get Next Record (TN)
         Record-record tdk disusun berdasarkan urutan tertentu, maka record berikutnya yg akan diakses bisa berada dimana saja.


         4. Insert Record (TI)
         Menyisipkan sebuah record baru dpt dilakukan dgn cepat dan mudah, hal ini disebabkan karena  pd pile file tdk terdpt struktur record maupun urutan penyusunan record.

         5. Update Record(TU)
              a. Mencari lokasi yg akan diupdate
              b. Merubah status record lama menjadi invalid
              c. Kemudian tulis record baru pd akhir file



         6. Read entire (TX)
             Proses membaca seluruh record pada pile, dilakukan dgn cara membaca record dari awal                      sampai akhir pile.



         7. Reorganization (TY)
             Record-record yg sudah di update / didelete memiliki Tombstone Mark yg menyatakan                        record tsb sudah tdk valid lagi.
             
             Kemudian record-record invalid yg sudah tdk dibutuhkan tsb secara periodik dihilangkan dgn              cara, mengcopy pile file yg lama menjadi pile file yg baru. Dimana record yg invalid tdk                      dicopy.

Blocking and Buffering




Nama Mahasiswa      : Beatrice Angela Elfrida S
NIM                            : 201731168
Kode Mata Kuliah      : C31040204
Mata Kuliah                : Sistem Berkas
Kelas                           : F
Nama Dosen               : Dine Tiara Kusuma, S.T., M.Kom.


Pertemuan Terakhir 
Hai.. maaf ya penulis baru ngeblog. Sibuk buat persiapan UAS dan ngebuat alat dari mata kuliah yang lain sih, ini materi terakhir ya di pertemuan sebelum UAS, dan materi saat pertemuan pengganti sudah lama penulis blog ini sambunganya ya teman teman.
Blocking 

Blokcing adalah penempatan beberapa record dalam satu block, panjang record menentukan metode blocking. Blok adalah satuan dari unit data yang ditransfer dari memori utama ke memori sekunder atau sebaliknya secara serentak.
Sektor adalah pembagian track ke dalam blok dengan ukuran yang sama. Record adalah unit penyimpanan data pada level logical atau file, record berukuran tetap atau dapat disesuaikan dengan pemakaian.

Ada 3 metode blocking :
1.     Fixed Blocking
2.    Variabel –Lenght Spanned Blocking
3.    Variabel –Lenght Unspaned Blocking
Record adalah unit aktual penyimpanan data pada level logical atau file. Mencocokan record ke dalam bllok ditunjukkan sebagai bloking.
Ukuran record :
a.    Berukuran tetap (Fixed record)
b.    Berukuran variabel (variabel record)

1.   Fixed Blocking
Jumlah record yang ditempatkan dalam satu block sama dengan jumlah record pada block lain, dimana satu block berisi record yang berukuran sama (fixed length record). Karakteristik : Ukuran record tetap , Ukuran record lebih kecil atau sama dengan ukuran blocknya.

Dimana : B = panjang blocknya ; R = rata rata blocknya
Contohnya :
Dik : R1= 30, R2=50, R3=40
B=100, M = 1, P = 2
Dit : Blocking Factor ?
Jawab :


     2.  Variable Length Spanned Blocking
Dalam metode ini record-record diPack pada blok berukuran dan dipecah bila menemukan Gap antar blok. Disini Record Length dapat lebih besar dari Block size.

      Dimana : B = panjang blocknya ; R = rata rata blocknya; P = pointer ; M=                      record mark.
          Contohnya :
          Dik : R1= 30, R2=50, R3=40
          B=100, M = 1, P = 2, G=5
          Dit : Blocking Factor dan pemborosan ruang ?
          Jawab :


3.    Variable Length UnSpanned Blocking
     Dalam metode record-record yang utuh yang ditempatkan pada suatu block. Jumlah tiap block berbeda recordnya tidak ada pointer.


  
             Dimana : B = panjang blocknya ; R = rata rata blocknya; P = pointer ; M=              record mark.

          Contohnya :
          Dik : R1= 30, R2=50, R3=40
          B=100, M = 1, P = 2, M= 1, G=5
          Dit : Blocking Factor dan pemborosan ruang ?
          Jawab :

          BUFFER
           Buffer merupakan bagian memory yang dicadangkan dimana data secara sementara dipertahankan menunggu kesempatan untuk melengkapi proses transfer ke atau dari devise penyimpanan atau ke lokasi di memori.
            Buffer adalah data area yang secara bersama di hubungkan oleh devise perangkat keras atau pemrosesan program yang beroperasi dengan kecepatan yang berbeda atau dengan prioritas yang berbeda.

Sumber :
http://berpikirtentangmu.blogspot.co.id/2015/03/contoh-blocking-dan-buffering-pada.html (yang ada di slide ibu dan juga dari materi yang diajarkan )


Senin, 15 April 2019

Latihan Persiapan UTS




Nama Mahasiswa      : Beatrice Angela Elfrida S
NIM                            : 201731168
Kode Mata Kuliah      : C31040204
Mata Kuliah                : Sistem Berkas
Kelas                           : F
Nama Dosen               : Dine Tiara Kusuma, S.T., M.Kom.



Berhubung perkuliahan Sistem Berkas sudah selesai, maka ada latihan untuk persiapan UTS dari Ibu Dine. Latihan persiapan UTS nya merupakan menginput kunci berdasarkan NIM Mahasiswa yang bersangkutan. NIM saya adalah 201731168, tetapi input yang dipakai itu merupakan 31168 dan menggunakan kunci inputan 68, 16, 11, dan 31.

Berkas Sequential Berindeks


SISTEM BERKAS

"Berkas Sequential Berindeks"

Nama Mahasiswa      : Beatrice Angela Elfrida S
NIM                            : 201731168
Kode Mata Kuliah      : C31040204
Mata Kuliah                : Sistem Berkas
Kelas                           : F
Nama Dosen               : Dine Tiara Kusuma, S.T., M.Kom.

BERKAS SEQUENTIAL BERINDEKS

Berkas Sekuensial berindeks dirancang dengan tujuan untuk menanggulangi permasalahan pengaksesan yang dimiliki oleh organisasi berkas sekuensial tanpa mengurangi keuntungan dan tradisi yang dimiliki oleh berkas sekuensial.
Keunggulan sifat berkas sekuensial Berindeks :
1.     Indeks terhadap berkas sehingga menghasilkan pengaksesan random yang lebih baik
2.     Area overflow untuk menyediakan ruang bila dilakukan penambahan rekaman kedalam berkas.

Komponen Dalam Berkas Sekuensial Berindeks:
Struktur Dasar
  •     Pada sistem komputer, pada umumnya rekaman yang disimpan memiliki volume yang terlalu besar untuk ditempatkan semuanya pada penyimpanan primer, sehingga diperlukan adalanya media penyimpanan sekunder seperti disk untuk menyimpan rekaman.
  •      Bila yang digunakan adalah komputer dengan disk yang dapat diberi alamat melalui bloknya, maka digunakan track sebagai unit terkecil dalam mengelompokan informasi .
  •       Unit selanjutnya adalah slinder, dan kemudian unit lainnya disebut indeks
  •     Sebagai contoh adalah berkas sekuensial berindeks dengan format blok yang dapat diberi alamat. Untuk memperjelas pemahaman dipilih rekaman-rekaman dalam sebuah silinder tetapi indeks silinder tersebut berisi petunjuk ke berbagai silinder lainnya.
  •     Sepasang masukan yang berisi informasi untuk masing-masing silinder dalam indeks silinder adalah sebagai berikut :

  • Kunci merupakan kunci rekaman tertinggi dari rekaman-rekaman yang berada pada slinder tersebut dan penunjuk merupakan penunjuk yang mengarah pada indeks track untuk silinder tersebut.
  • Kunci pada pasangan pertama menunjukan kunci tertinggi pada track yang berada pada area penyimpanan primer, dan kunci yang berada padfa pasangan kedua menunjukan kunci tertinggi yang berada pada overflow yang diasosiasikan pada track tersebut.
  • Penunjuk primer memberikan indikasi bahwa track berisi rekaman primer dan penunjuk overflow menunjukan rekaman pertama yang berada pada area overflow (jika ada) yang diasosiasikan dengan track tersebut
Silinder Memberikan informasi mengenai 3 buah Silinder, yaitu : Silinder 1, 2, & 3
Penunjuk Ã  memiliki notasi “x-y” , x adalah nomor silinder dan y nomor track dimana indeks track untuk silinder tersebut disimpan.

Rekaman dengan Kunci 13 berada pada silinder 1, mengingat pada rekaman tertinggi pada silinder 1 adalah 250  (13 lebih kecil dari 250)
  • Posisi 13 masuk ke posisi 15, 15 bergeser ke 20, dst dan kemudian 25 berpindah ke track 9 nomor 1 dan di berikan simbol ^
  • Dengan pemindahan tersebut maka kunci tertinggi pada track 1 adalah 22 sehingga masukan indeks track pasangan pertama harus berubah dari 25 menjadi 22
  • Dan penunjuk pada masukan indeks track pasangan kedua harus pengarah pada track 9 rekaman nomor 1 atau (9-1)



Menghapus rekaman pada berkas sekuensial berindeks dilakukan bergantung apakah rekaman tersebut berada pada area primer ataukan berada pada area overflow
Jika rekaman tersebut berada pada area penyimpanan primer maka penghapusan dilakukan secara langsung dengan diganti dengan simbol tombstone
Jika rekaman tersebut berada pada area penyimpanan overflow & mengandung informasi tentang penunjuk untuk rekaman selanjutnya maka penunjuk pada rekaman yang di hapus harus diatur kembali.
Jika rekaman tersebut berada pada area penyimpanan overflow & mengandung informasi tentang penunjuk untuk rekaman selanjutnya maka penunjuk pada rekaman yang di hapus harus diatur kembali.

Kesimpulan



Ø  Berkas sekuensial berindeks bertujuan untuk menanggulangi permasalahan pengaksesan yang dimiliki oleh organisasi berkas sekuensial tanpa mengurangi kelebihan dan tradisi yang dimiliki berkas sekuensial

Ø  Berkas sekuensial berindeks memiliki kelebihan di bandingkan dengan berkas sekuensial yaitu:

1.      Indeks terhadap berkas sehingga menghasilkan pengaksesan random yang lebih baik
2.      Area overflow untuk menyediakan ruang bila dilakukan penambahan rekaman kedalam berkas







Organisasi Berkas - Berkas Sequential

SISTEM BERKAS

"Organisasi Berkas - Berkas Sequential"


Nama Mahasiswa      : Beatrice Angela Elfrida S
NIM                            : 201731168
Kode Mata Kuliah      : C31040204
Mata Kuliah                : Sistem Berkas
Kelas                           : F
Nama Dosen               : Dine Tiara Kusuma, S.T., M.Kom.

ORGANISASI BERKAS SEQUENTIAL

Organisasi Berkas ialah suatu teknik atau cara untuk menyatakan dan menyimpan record-record dalam sebuah berkas / file sedangkan Sequential merupakan cara yang paling dasar untuk mengorganisasikan kumpulan record-record dalam sebuah berkas.
Jadi organisasi berkas sequential adalah suatu cara atau teknik untuk menyimpan dan mengorganisasikan record-record dalam sebuah berkas.
·      Keuntungan Sequential
Kemampuan untuk mengakses record berikutnya secara tepat.
·      Keterbatasan Sequential
Tidak dapat mengakses langsung pada record yang diinginkan.
Ada 4 teknik dasar organisasi file, yaitu :
        Sequential
        Relative
        IndexedSequential
        Multi
        Key


  1. Sequential file adalah suatu metode penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara berurutan
  2. Relative file/Random file adalah suatu metode penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara random atau langsung.
  3. Indexed sequential file adalah teknik penyimpanan yang menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data yang sudah tersortir.
 4. Multi-key file adalah jenis file yang memungkinkan kita untuk mengakses data dengan menggunakan banyak atribut kunci(key field).

Secara umum keempat teknik dasar tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu :
1.    Direct Access
Adalah suatu cara pengaksesan record yang langsung, tanpa mengakses seluruh record yang ada. Contoh : Magnetic Disk
2.    Sequential Acces
Adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record-record di depannya. Contoh : Magnetic Tape

PEMBUATAN BERKAS SEQUENTIAL

Meliputi penulisan record-record dalam serangkaian yang diinginkan pada media penyimpanan. Tugas-tugasnya :
-       Pengumpulan data
     Proses dimana suatu data yang ada dikumpulkan secara berurut berdasarkan klasifikasi yang membedakannya.
-       Perubahan data dalam bentuk bahasa yang dapat dibaca oleh mesin
Proses perubahan data dari yang biasa menjadi bahasa yang bisa dibaca oleh mesin
-       Pengeditan data
     Proses setelah data dikumpulkan kemudian diedit sesuai dengan ketentuan
-       Pemeriksaan transaksi yang ditolak
-       Penyortiran edit data
     Proses dimana data yang telah diedit kemudian dipilih atau disortir sesuai dengan data yang diinginkan

Retrieval Terhadap Berkas Sequential
-       Record pada berkas sequential di retrieve secara berurutan.
-       Retrieve dari sebuah berkas dapat dibagi 2 tergantung pada jumlah data yang dihasilkan, yaitu :
          -   Report Generation
          -   Inquiry

Update Terhadap Berkas Sequential
-       Frekuensi dimana sebuah master file harus di-update bergantung pada faktor-faktor :
·      Tingkat perubahan data
·      Ukuran dari master file
·      Kebutuhan yang mendesak dari data yang sedang berjalan pada master file
·      File activity ratio

PENGERTIAN BERKAS INDEKS SEQUENTIAL

Organisasi berkas indeks sequential adalah Berkas/file yang disusun sedemikian rupa sehingga dapat diakses secara sequential maupun secara direct (langsung) atau kombinasi keduanya, direct dan sequential.
Pengertian lainya, Organisasi file merupakan suatu manajemen file yang dikelola dan diatur oleh sistem operasi (operating system ). Dalam organisasi file dibagi menjadi 3 macam yaitu :
1.    Sequential
Sequential artinya berurutan, maksudnya file yang terekam atau di baca berurutan dari awal sampai akhir. Pada saat perekaman (penulisan) data, tersusun berdasarkan urutan data yang dimasukkan atau dientry. Data yang dimasukkan pertama akan menempati posisi record pertama, data yang dimasukkan kedua akan menempati posisi record kedua dan seterusnya.
2.    Random (access direct )
Random artinya acak, Direct access yaitu dapat diaccess secara langsung. Memang dalam penggunaan organisasi file random (direct access) baik untuk membaca maupun penulisannya dapat dikatakan acak, tetapi berdasarkan nomor record yang harus selalu diberikan.
3.    Index sequential
Merupakan gabungan dari organisasi file sequential dan random. Pada saat perekaman data pertama kali file dibentuk (create file), dengan cara sequential. Untuk pembacaan data dan penulisan data setelah file dibentuk, dapat dilakukan secara sequential maupun random.

atau dapat juga memiliki pengertian sebagai berikut:

Organisasi File adalah suatu teknik atau cara yang digunakan menyatakan dan menyimpan record–record dalam sebuah file. Penyimpanan ataupun penulisan character demi character yang ada didalam external memory, harus diatur sedemikian rupa sehingga komputer bisa dengan mudah menemukan kembali data-data yang tersimpan didalamnya. Aturan inilah yang kemudian dikenal sebagai organisasi file. Dalam hal ini, dikenal ada beberapa metoda, yaitu: Sequential File, Random File dan Index Sequential File.
Sequential file merupakan suatu cara ataupun suatu metode penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara berurutan. Dalam hal ini, data yang ada akan disimpan sesuai dengan urutan masuknya. Data pertama dengan nomor berapapun, akan disimpan ditempat pertama, demikian pula dengan data berikutnya yang juga akan disimpan ditempat berikutnya.
Dalam melakukan pembacaan data, juga akan dilakukan secara berurutan, artinya, pembacaan akan dimulai dari data paling awal dan dilanjutkan dengan data berikutnya sehingga data yang dimaksud bisa diketemukan.
·      Keuntungan Sequential File
Merupakan organisasi file yang sederhana. Jarak setiap aplikasi yang tersimpan sangat jelas. Metode penyimpanan didalam memory sangat sederhana, sehingga efisien untuk menyimpan record yang besar. Sangat murah untuk digunakan, sebab medianya cukup menggunakan magnetic tape.
·      Kerugian Sequential File
Seandainya diperlukan perubahan data, maka seluruh recordyang tersimpan didalam master file, harus semuanya diproses. Data yang tersimpan harus sudah urut (sorted). Posisi data yang tersimpan sangat susah untuk up-to-date, sebab master file hanya bisa berubah saat proses selesai dilakukan. Tidak bisa dilkukan pembacaan secara langsung.

Random file merupakan suatu cara ataupun suatu metode penyimpanan dan pembacaan data yang dilakukan secara random atau langsung. Dengan demikian, random file juga disebut sebagai Direct Access File (Bisa dibaca secara langsung). Dalam hal ini, tempat penyimpanan data sudah diatur sedemikian rupa, sehingga setiap data akan tersimpan didalam tempat-tempat yang telah ditentukan sesuai dengan nomor data yang dimiliki-nya.
Dikarenakan data yang tersimpan menggunakan teknik yang sedemikian rupa (yaitu random), maka data yang dibutuhkan bisa langsung ditemukan tanpa harus membaca data-data sebelumnya. Walaupun demikian, seandainya diperlukan untuk dibaca secara berurutan, juga dimungkinkan.
Apabila lagu-lagu yang ada kemudian disimpan didalam compack-disk, maka untuk mendengar kan lagu yang ke-lima bisa langsung dilakukan (dibaca secara random). Disamping itu, dengan compact-disk juga bisa dilakukan pembacaan secara berurutan atau Sequential. Compact-disk menyimpan lagu secara random.
·      Keuntungan Random File
Sangat sesuai untuk kebutuhan File Transaksi, sebab transaksi harus diproses saat kejadian berlangsung. Data yang tersimpan tidak harus urut (sorted). Untuk pemrosesan lebih efisien, sebab ada beberapa file yang memerlukan perubahan saat proses berlangsung. Lebih cepat dalam hal pemanggilan data. Beberapa data yang tersimpan didalam file, bisa diperbaiki dalam waktu bersamaan.
·      Kerugian Random file
Memerlukan adanya back-ap data. Sebab transaksi yang diperbaiki setiap saat bisa menghilangkan jejak data asal. Data yang tersimpan mempunyai potensi lebih cepat rusak. Kapasitas media penyimpanan memory menjadi besar. Memerlukan hardware dan software yang lebih kompleks apabila dibanding Sequential file.

Index Sequential File merupakan perpaduan terbaik dari teknik Sequential dan random file. Teknik penyimpanan yang dilakukan, menggunakan suatu index yang isinya berupa bagian dari data yang sudah tersortir. Index ini diakhiri denga adanya suatu pointer (penunjuk) yang bisa menunjukkan secara jelas posisi data yang selengkapnya. Index yang ada juga merupakan record-key (kunci record), sehingga kalau recordkey ini dipanggil, maka seluruh data juga akan ikut terpanggil.

Untuk membayangkan penyimpanan dan pembacaan data secara Sequential, kita bisa melihat rekaman lagu yang tersimpan pada kaset. Untuk mendengarkan lagu kelima, kita harus melalui lagu kesatu, dua, tiga dan empat terlebih dahulu. Pembacaan seperti inilah yang disebut sebagai Sequential atau berurutan.
Untuk membayangkan penyimpanan data dengan menggunakan teknik index Sequential ini, kita bisa melihat daftar isi pada sebuah buku. Pada bagian disebelah kiri disebut sebagai index data yang berisi bagian dari data yang ada. Index data kemudian diakhiri dengan pointer yang menunjukkan posisi keseluruhan isi data.

Sebuah data yang terdiri Nomor, Nama, NL1, Nl2, dan NL3 bisa disimpan dengan menggunakan Nomor sebagai Index. Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan berdasar Nomor. Nomor yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan yang lebih besar.

Dari data yang ada, juga bisa dibuat Nama sebagai Index. Apabila data tersebut dicetak, maka akan dihasilkan suatu data yang berurutan berdasar Nama. Nama yang ada akan tersusun dengan urutan dari kecil keurutan yang lebih besar. Peluang yang memiliki abjad terkecil, akan menempati posisi pertama dan Rino pada posisi terakhir.

Gambar yang ada menunjukkan bagaimana record data nilai disimpan didalam media disk ataupun disket dengan menggunakan teknik index Sequential. Index data akan dibaca pertama kali oleh komputer, dan dikarenakan didalam index data juga terdapat address maka data yang dicari bisa segera diketemukan.

Sesuai dengan sifat media yang dimilikinya, maka pada sebuah pita magnetic tape, hanya bisa menyimpan data secara Sequential; Dengan demikian, cara pembacaan yang dilakukan juga hanya secara Sequential, yaitu berurutan satu persatu sampai nomor record yang dikehendaki diketemukan.

Dengan menggunakan Direct Access Methode (metode pembacaan/penulisan secara langsung), maka, recordyang tersimpan didalam sebuah disket, Hard-disk, CD ROM ataupun Laser-Disk dapat di-access secara langsung dengan tanpa harus membaca seluruh data yang dimilikinya.

Access dengan menggunakan methoda Index-Sequential juga dapat dilakukan oleh media ini. Dengan melakukan access pertama kali pada key-field yang ada, maka akan diketemukan recordyang dituju.
Data yang sudah terekam dalam methoda index-Sequential juga dapat dilakukan pembacaan secara Sequential. Key-field akan dibaca pertama kali secara Sequential, dan untuk selanjutnya recordyang dituju akan diketemukan.
·      Keuntungan Index Sequential File
Sangat cocok untuk digunakan menyimpan batch data ataupun individual data. Dibanding Sequential file, pemanggilan data menjadi lebih cepat.
·      Kerugian Index Sequential File
Access (pemanggilan) data tidak bisa disamakan dengan random (direct access file). Memerlukan adanya ruangan extra didalam memory untuk menyimpan index data. Memerlukan adanya hardware dan software yang lebih kompleks.

Secara umum ketiga teknik dasar/ metoda – metoda tersebut berbeda dalam cara pengaksesannya, yaitu Direct Access dan Sequential Access. Direct Access adalah suatu cara pengaksesan recordyang langsung, tanpa mengakses seluruh recordyang ada, contoh Magnetic Disk. Sequential Access adalah suatu cara pengaksesan record, yang didahului pengaksesan record– recorddi depannya contoh Magnetic Tape.

Faktor–faktor yang mempengaruhi dalam proses pemilihan organisasi file yaitu Karakteristik dari penyimpanan yang digunakan, Volume dan frekuensi dari transaksi yang diproses, Respontime yang diperlukan. Cara memilih organisasi file tidak terlepas dari 2 aspek utama, yaitu Model penggunaannya dan Model operasi file.

Menurut penggunaannya ada 2 cara Batch Suatu proses yang dilakukan secara group atau kelompok. Interactive. Suatu proses yang dilakukan secara satu persatu, yaitu record demi record.
Menurut Operasi file ada cara Creation Membuat struktur file lebih dahulu, menentukan banyak record baru, kemudian record– recorddimuat kedalam file tersebut dan Membuat file dengan cara merekam recorddemi record. Update untuk menjaga agar file tetap up to date dan Insert / Add, Modification, deletion. Retrieval Pengaksesansebuah file dengan tujuan untuk mendapatkan informasi. Inquiry, Volume data rendah, model proses interactive.Report Generation Volume Data Tinggi, model proses batch. File Retrieval terbagi menjadi 2, yaitu Comprehensive Retrieval Mendapatkan informasi dari semua recorddalam sebuah file. Contoh :* Display all, * List nama, alamat. Selective Retrieval Mendapatkan informasi dari record– record tertentu berdasarkan persyaratan tertentu. Contoh : * List for gaji = 100000 * List nama. Npm, for angkatan = 93

Maintenance Perubahan terhadap file dengan tujuan memperbaiki penampilan program dalam mengakses file tersebut. Restucturing Perubahan struktur file misalnya Panjang file diubah, penambahan file baru, panjang recorddi rubah. Reorganizaion Perubahan organisasi file yang satu, menjadi organisasi file yang lain. Misalnya dari organisai file Sequential menjadi indeks Sequential, dari direct menjadi Sequential.

Secara umum dapat disimpulkan untuk master file dan program file kita dapat melakukan created, update, retrieval from dan maintenanced. Untuk work file kita dapat melakukan created, update, retrieval from tapi tidak dapat kita maintenanced. Untuk report file umumnya tidak di update, retrieve from atau maintenanced. Untuk transaction file, umumnya hanya dapat di created dan digunakan untuk sekali proses.

Sistem File Sebuah sistem file sangat membantu para programmer untuk memungkinkan mereka megakses file, tanpa memperhatikan detail dari karakteristik dan waktu penyimpanan. Sisstem file ini juga yang mengatur direktori, device access dan buffer.

Tugas dari sistem file memelihara direktori dari identifikasi file dan lokasi informasi, Menentukan jalan/pathway bagi aliran data antara main memory dan alat penyimapn sekunder, Mengkoordibasi komunikasi antara CPU dan alat penyimpan sekunder dan sebaliknya, Menyiapkan file penggunaan input atau output, Mengatur file, bila penggunaan input atau output telah selesai.














Pile File

https://sttpln.ac.id/ Nama Mahasiswa      : Beatrice Angela Elfrida S NIM                            : 201731168 Kode Mata K...