SISTEM BERKAS
"MEMORY CARD"
Nama Mahasiswa :
Beatrice Angela Elfrida S
NIM :
201731168
Kode Mata Kuliah : C31040204
Mata Kuliah : Sistem Berkas
Kelas : F
Nama Dosen : Dine Tiara Kusuma, S.T., M.Kom.
Nama Kelompok 4 :
1.
Sheilla Jihan V P - 201731162
2.
Nadia Herdanti - 201731165
3.
Rahma Aulia S - 201731176
Memory Card atau kartu memori merupakan sebuah alat (card) yang
berfungsi sebagai tempat penyimpanan data digital (seperti gambar, audio dan
video) pada sebuah gadget seperti kamera digital, PDA dan Handphone.
Ukuran dari karu memori ini bermaca-macam mulai dari 128MB, 512MB, 1GB dan
seterusnya bahkan sampai ada Memory Card dengan kapasitas 32GB atau lebih.
Berikut adalah jenis-jenis
memory card.
1. Memory Stick
Memory Stick merupakan memory card yang diperkenalkan oleh SONY dan
dipatenkan untuk alat-alat elektronik keluarannya. Hampir semua kamera buatan
SONY menggunakan memory stick sebagai media penyimpanannya.
· Memory Stick Pro dan Memory Stick Duo
Merupakan generasi kedua Memory Stick dengan
kecepatan dan kapasitas penyimpanan yang meningkat.
· Memory Stick Micro M2
Memory
Stick Micro (M2) menawarkan penyimpanan data yang lebih besar, saat ini
telah mencapai ukuran 8GB.
2. 2. Multimedia Card (MMC)
Multimedia Card (MMC) merupakan kartu memori standar, bentuknya
lebih besar dari Memory Stick dan dapat dipergunakan pada slot SD Card. RS-MMC
( Reduced Size Multimedia Card) Merupakan MMC generasi
selanjutnya dengan ukuran lebih kecil, dapat digunakan pada slot MMC maupun SD
Card dengan menggunakan sebuah adapter.
3. Secure Digital Card (SD Card)
Bentuk SD Card seukuran dengan MMC dengan kecepatan transfer data yang
lebih cepat. Banyak digunakan mulai dari handphone, kamera dan komputer. SD
Card mempunyai switch yang berfungsi agar SD Card menjadi write protected.
· Mini SD
Ukurannya
kira-kira setengan ukuran SD Card, dapat dimasukkan kedalam slot SD Card atau
MMC dengan menggunakan sebuh Adapter.
· Micro SD / TransFlash
Ukurannya
lebih kecil daripada Mini SD dan banyak digunakan pada handphone sekarang.
Kapasitas penyimpana data bisa mencapai hingga 16 GB.
· XD Card
Dikembangkan
oleh Olympus dan Fuji untuk produk-produk kamera keluarannya.
4. Compact Flash Card (CF Card)
Compact Flash Card (CF Card) merupakan kartu memori yang paling banyak
digunakan pada kamera digital. Memiliki kecepatan transfer data yang paling
cepat karena memori ini memiliki chip controller. Selain dapat meyimpan file
multimedia juga dapat menyimpan file data lainnya seperti text dan sebagainya. Ada
dua ukuran dari CF Memory ini yaitu Compact Flash tipe I dan Compact Flash tipe
II. CF II lebih tebal (kira-kira 5mm) dari CF I (kira-kira 3,3mm) dan
mempunyai kapasitas penyimpanan yang lebih besar pula.
5. Smart Media Card
Bentunya
seukuran Flash Card dan dapat menyimpan berbagai bentuk file multimedia.
Kartu memori adalah salah
satu komponen penting bagi pemilik smartphone atau pun tablet. Kartu ini dapat
menanggulangi keterbatasan memori internal pada sebuah smartphone. Saat ini
kartu memori yang paling banyak digunakan adalah kartu memori dari jenis SD,
yang terdiri dari memori SD card, MiniSD, dan MicroSD.
SD sendiri adalah singkatan
dari Secure Digital, yang merupakan memory Card flash ultra kecil yang
dirancang untuk menyediakan memori berkapasitas tinggi dalam ukuran yang kecil.
Kartu memori SD sendiri bisa dikategorikan berdasarkan dua kriteria, yaitu ukurannya
dan kapasitasnya.
Perbedaan yang cukup
menonjol dari SD Card, MiniSD dan juga MicroSD Card adalah berdasarkan
ukurannya. Jika digolongkan berdasarkan ukuran, maka memori SD ini dibagi
menjadi memori SD card, MiniSD card, dan MicroSD card. SD card merupakan Jenis
memori yang memiliki ukuran 24 x 32 mm dan ketebalan 2.1 mm. kartu memori ini
dinamai secure (aman) karena telah memiliki Content Protection for Recordable
Media (CPRM) untuk mencegah pembajakan serta adanya Write-Protect tab yang
mencegah penghapusan isi memori secara tidak sengaja.
Berdasarkan Ukuran
Selanjutnya terdapat jenis memori MiniSD yang memiliki ukuran
20 x 21,5 mm dan ketebalan 1,4 mm serta memori MicroSD yang memiliki ukuran 11
x 15 mm dan ketebalan 1 mm.
Kedua memori ini sangat cocok untuk dipasang di
smartphone atau MP3 player. Baik memori miniSD atau pun microSD dapat
dihubungkan pada perangkat yang memiliki slot SD, namun diperlukan sebuah
adapter untuk menghubungkannya. Micro SD: panjang 11mm, lebar 15mm, ketebalan
1mm, berat 0.5 gram MiniSD: panjang, 21.5mm, lebar 20mm, ketebalan 1.4mm,
berat 1 gram SD Card: panjang 3mm, lebar 24mm, ketebalan 2.1mm, berat 2
gram Dapat disimpulkan bahwa kartu memori yang paling besar ukurannya mulai
dari SD Card yang dibesut pada tahun 1999. Sedangkan MiniSD menempati posisi
kedua sebagai kartu memori yang memiliki ukuran terbesar. Mini SD diciptakan
pada tahun 2003 dan lebih sering ditemukan pada ponsel. Sedangkan yang paling
tipis dan ringan adalah MicroSD. MicroSD sendiri dikembangkan pada tahun 2005.
Berdasarkan Kapasitas
Selain memiliki perbedaan ukuran, ketiga kartu memori
tersebut juga memiliki perbedaan berdasarkan kapasitasnya. Jika
digolongkan berdasarkan ukuran, maka kartu memori SD card dapat dikategorikan
menjadi 3 jenis, yaitu SDSC, SDHC, dan SDXC.
·
SDSC
Memori SDSC merupakan singkatan dari Secure Digital Standard
Capacity. Memori ini biasanya hanya disebut sebagai SD saja tanpa ada
embel-embel SC di belakangnya. Memori jenis ini memiliki kapasitas dari mulai 1
MB hingga 2 GB dengan format FAT16.
Namun, tak jarang juga Anda menemukan SDSC dengan kapasitas
mencapai 4GB. Perlu Anda ketahui, jika Anda menemukan SDSC dengan kapasitas
mencapai 4GB maka memori SDSC tersebut bukanlah standar SDSC pada umumnya.
Juga, Anda harus ingat bahwa ukuran dari kartu memori tidak menentukan besarnya
kapasitas kartu memori.
·
SDHC
SDHC (Secure Digital High Capacity) yang merupakan
pengembangan selanjutnya dari memori SD card. Micro SDHC ini diluncurkan pada
tahun 2007 dan memiliki kecepatan serta kinerja yang telah ditingkatkan dengan
memakai format FAT32. SDHC card memiliki kapasitas mulai dari 4 GB hingga 32
GB. Namun, SDHC ini hanya bisa digunakan untuk perangkat
yang compatible dengan format SDHC saja. Jika perangkat tersebut
dapat membaca format SDHC maka perangkat tersebut juga bisa membaca format
SDSC. Namun tetap saja perangkat hanya bisa sebatas membaca saja tanpa dapat
menggunakannya secara maksimal.
·
SDXC
Kapasitas memori paling besar tentu saja
terdapat pada SDXC yang merupakan singkatan dari SecureDigital eXtended
Capacity. Memori ini memiliki kapasitas dari mulai 64 GB, dan secara teori
kapasitas maksimalnya dapat mencapai 2 TB.
Berdasarkan Kecepatan
Kecepatan sebuah SD card diukur dari seberapa cepat informasi
dapat dibaca atau ditulis ke dalam kartu tersebut. Pada perangkat yang
membutuhkan proses menulis data yang terus menerus, seperti video recorder,
perangkat tersebut mungkin tidak akan bekerja secara maksimal jika memori SD
card yang digunakan memiliki kecepatan yang rendah.
Sebagai contoh, sebuah camcorder definisi tinggi memerlukan
SD card minimal class 6 agar video yang dihasilkan berkualitas sempurna. Contoh
lainnya adalah kamera digital yang menggunakan SD card berkecepatan rendah akan
membutuhkan waktu yang agak lama saat mengambil satu foto ke foto lainnya.
Untuk melihat Class dari memori SD card sangatlah mudah karena Anda hanya
tinggal melihat icon lingkaran yang membentuk huruf C dan di dalamnya ada angka
yang menunjukkan Class dari SD card tersebut. Class dari SD card menandakan
kecepatan dari SD card tersebut, yang terbagi menjadi 5 jenis:
·
Class 0 tidak memiliki kemampuan transfer rate minimum yang
spesifik
·
Class 2 memiliki kemampuan transfer rate minimum 2 MB/s,
kecepatan paling rendah untuk Micro SDHC
·
Class 4 memiliki kemampuan transfer rate minimum 4 MB/s
·
Class 6 memiliki kemampuan transfer rate minimum 6 MB/s
·
Class 10 memiliki transfer rate kemampuan minimum 10 MB/s
Jadi, bisa ditarik kesimpulan bahwa perbedaan
antara Memori SD Card, Mini SD, dan Micro SD bisa dilihat berdasarkan ukuran,
kapasitas dan juga kelasnya. Nah, Anda juga perlu ingat bahwa ukuran tidak
menentukan besarnya kapasitas yang ada pada kartu memori.
Card Reader
Card reader merupakan perangkat input yang digunakan untuk membaca kartu
memori. Card reader bisa menjadi perangkat mandiri yang terhubung ke komputer
atau terintegrasi ke printer, scanner, mesin fotokopi dan perangkat
multifungsi. Kenyataannya, sekarang ini sebagian besar peralatan tersebut telah
dilengkapi built-in card reader. Card reader sendiri dihubungkan ke PC dengan
kabel USB.
Hampir semua kartu pembaca memori bisa menerima format ganda, termasuk
CF (Compact Flash), SD (Secure Digital) dan Memory Stick Sony. Namun, beberapa
card reader juga mengizinkan format lain, seperti Microdrive, SmartMedia, XD
dan Memory Stick Pro Duo Card. Mulanya, ia hanya dirancang untuk dapat membaca
satu jenis kartu memori, misal SD saja atau CF saja. Tapi, kini telah banyak
dijumpai multi card reader, yaitu card reader yang mampu membaca berbagai macam
memory card. Menurut tipenya, card reader dibagi menjadi:
·
Single
Slot
Sering disebut 2in1, 3in1, 5in1 dan sebagainya. Sesuai namanya, ia hanya
memiliki satu lubang dan dapat membaca jenis memori dari T-Flash, SD Card,
Nokia, MMC, RSMMC dan RSMMCDV.
·
Multi slot
Kartu pembaca memori ini mempunyai empat lubang/slot. Ia juga dikenal
dengan sebutan 9in1, 12in1, 15in1 dan lain-lain. Tapi, sekarang biasa disebut
“All in 1”. Jenis kartu yang bisa dibaca cukup banyak, mulai dari Memory Stick
Duo, Stick Pro Duo, CF, XD, MicroDrive, Secure Media dan sebagainya.
Card reader memiliki kecepatan membaca dan
mentransfer data yang cukup baik di kelasnya. Ia mampu membaca
memori rata-rata 37,4MB/s dan menulis sekitar 17,6MB/s. Dengan
speed tersebut ia bisa membantu aktifitas, seperti memindah serta mengisi
memori eksternal Anda. Kebanyakan pemilik kartu pembaca adalah para pengguna
kamera digital yang ingin mentransfer foto ke komputer. Siswa dan pengusaha
juga mengantonginya untuk menyimpan data penting, seperti tugas, presentasi dan
laporan ke dalam memori.
Fungsi Card Reader
Kegunaan utama dari card reader adalah menjadi
perantara antara kartu memori dengan komputer, handphone atau kamera digital. Ia memungkinkan Anda
untuk mengakses dan memindahkan data sesuai keinginan. Tanpa card reader,
sebenarnya perangkat tetap bisa dihubungkan dengan komputer, tapi harus melalui
port USB dengan kabel USB. Sedangkan bila memanfaatkan alat itu, Anda hanya
perlu mengeluarkan memori dan memasukkannya ke dalam slot card reader.
Selain itu, card reader berperan sebagai perangkat penyimpanan removable
untuk berbagai perangkat yang bisa membaca alat tersebut. Terdapat keuntungan
apabila Anda menggunakan card reader, yaitu menghemat daya karena tidak
membutuhkan perangkat lain dan tambahan depresiasi perangkat serta bisa dibaca
langsung oleh komputer tanpa software atau perangkat lunak, sehingga sangat
menyederhanakan pekerjaan.
Cara Kerja Card Reader
Apabila Anda mengakses file atau dokumen melalui komputer, card reader
akan mentransmisikan sinyal ke kartu media (media card) via kontak pada ujung
casing kartu. Sinyal-sinyal itu dipakai untuk membaca data yang tersimpan di
dalamnya. Layaknya memori solid-state, media card juga menggunakan serangkaian
transistor guna merecord data. Transistor ini setara untuk mewakili data biner
atau bentuk dasar semua file komputer.
Bila aliran listrik yang ditransfer dari pembaca kartu USB bisa melalui
transistor, maka bagian tersebut dibaca sebagai “1”. Namun, jika sebaliknya
dikembalikan menjadi “0”. Card reader meng-compile hasil, lalu mengirimkannya
ke program komputer yang meminta informasi. Program itu bisa menggunakan data
biner untuk merepresentasikan data, seperti dokumen, teks atau gambar secara
visual.
Beberapa card reader juga mempunyai fungsi menulis, sehingga
memungkinkan pengguna untuk menyimpan data dari komputer ke kartu media hingga
menyunting dan menghapus file. Proses mengedit data sama dengan membaca data.
Bedanya, card reader mengirim aliran yang akan meluruskan transistor guna
mewakili data baru. Pada kasus menghapus satu atau seluruh data, transistor
yang terkena dampaknya akan berpindah ke posisi “1”.
Setelah membaca tulisan mengenai pengertian card reader di atas, kita bisa
tahu ternyata fungsi card reader tidak hanya sebagai media yang membantu proses
pengiriman data, tapi lebih dari itu. Jadi, Anda yang masih bersekolah, kuliah
maupun bekerja di kantoran wajib memiliki perangkat berukuran mini tersebut.
Harga Memory Card pada Tahun 2019
Setiap merek memory card harganya berbeda-beda, yaitu :
·
Memory Card Micro SD Adata
Harganya dimulai dari Rp.65.000 – Rp. 275.000
·
Memory Card Micro SD Brace
Harganya dimulai dari Rp.40.000 – Rp. 74.000
·
Memory Card Micro SD Kingston
Harganya dimulai dari Rp.34.800 – Rp.6.300.000









Tidak ada komentar:
Posting Komentar